Berita Kegiatan
Konta ke-81 Ditutup, GMI Wilayah I Perkuat Inovasi Pelayanan dan Pembinaan Generasi Muda Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Konta ke-81 Ditutup, GMI Wilayah I Perkuat Inovasi Pelayanan dan Pembinaan Generasi Muda
ADMIN
28 Juni 2026
13 views
MEDAN - Konferensi Tahunan (Konta) ke-81 Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I resmi ditutup oleh Pimpinan GMI Wilayah I, Bishop Antoni Manurung, M.Th, di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional Medan, Minggu (28/6/2026).
Sebelum penutupan, rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Minggu yang dipimpin Pdt. Perobahan Nainggolan, M.Th bersama Bishop Iwan Karo-Karo, MA, M.Th. Acara kemudian dilanjutkan dengan penahbisan pendeta, purnabakti pendeta, serta penetapan dan penempatan hamba Tuhan.
Bishop Antoni Manurung bersyukur seluruh rangkaian konferensi yang berlangsung sejak 26 hingga 28 Juni 2026 dapat terlaksana dengan baik.
"Secara keseluruhan kegiatan konferensi tahunan ini berjalan dengan baik dan lancar. Panitia telah mempersiapkan acara dengan maksimal sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana," ujarnya.
Menurut Antoni, berbagai pembahasan dan keputusan yang dihasilkan dalam konferensi diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh pelayan dan warga gereja dalam menjalankan pelayanan di setiap tingkatan.
Salah satu rekomendasi utama yang disepakati adalah penetapan target pertumbuhan pelayanan dan gereja yang akan didukung melalui berbagai program strategis.
Selain itu, tema inovasi yang diangkat pada Konta tahun ini diharapkan mampu melahirkan model-model pelayanan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
"Kami berharap pelayanan-pelayanan yang inovatif dapat terus dikembangkan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dunia digital yang semakin pesat," katanya.
Meski demikian, Antoni menegaskan setiap inovasi tetap harus berlandaskan spiritualitas ugahari atau kesederhanaan sebagai nilai dasar pelayanan gereja.
Ia mengakui gereja saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi politik dan ekonomi yang dinamis hingga perubahan pola kehidupan akibat perkembangan teknologi dan pergeseran generasi.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menghadirkan pelayanan yang mampu menjangkau generasi muda.
"Kita ditantang untuk memikirkan model pelayanan yang relevan bagi generasi muda saat ini. Karakter dan pola pikir mereka sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya, sehingga perlu pendekatan yang lebih adaptif," ungkapnya.
Antoni berharap seluruh keputusan yang telah dihasilkan dalam konferensi dapat diterapkan secara nyata hingga ke tingkat distrik, resort, maupun jemaat lokal.
"Karena keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur gereja, maka kami berharap seluruh peserta dapat bergerak bersama untuk mewujudkan program-program yang telah dirumuskan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Konta GMI Wilayah I ke-81, Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan konferensi yang diikuti 643 peserta dari 12 distrik GMI Wilayah I.
Humuntal mengatakan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari arahan Pimpinan GMI Wilayah I yang menekankan efektivitas dan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan.
"Tahun ini biaya pendaftaran peserta berhasil ditekan dibanding tahun sebelumnya. Namun kualitas pelaksanaan justru meningkat, salah satunya melalui pemanfaatan videotron dalam penyajian data dan informasi selama konferensi," jelas Humuntal yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan.
Ia menambahkan seluruh seksi kepanitiaan mampu menjalankan tugas dengan baik sehingga seluruh tahapan, mulai dari persiapan, perizinan hingga pelaksanaan acara, berjalan lancar.
"Kendala berarti tidak ada. Semua tahapan berjalan dengan baik berkat koordinasi dan kerja sama seluruh panitia," katanya.
Humuntal juga menyebutkan lokasi pelaksanaan Konta GMI Wilayah I tahun 2027 akan ditentukan melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Konta GMI Wilayah I ke-81 diikuti sebanyak 643 peserta yang terdiri dari pendeta aktif, pendeta purnabakti, serta utusan warga gereja dari 12 distrik di bawah naungan GMI Wilayah I.
Melalui hasil konferensi tersebut, GMI Wilayah I menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan gereja melalui inovasi, penguatan spiritualitas, dan pembinaan generasi muda sebagai langkah menghadapi tantangan perkembangan zaman